Sajak#21


HAKImenulis

Sajak# 21

 

tak ada pipi yang tak basah oleh air mata

tak ada lidah yang tak pernah berdusta

tak ada hati yang tak pernah terluka

Semua manusia pasti punya masalah

Jangan pernah berdalih karena sesuatu

yang terjadi di masa kemarin, yang lalu biarlah berlalu

Tapi berjuanglah!

Karena hari ini sangat nyata

 

Detik-detik kian berlalu berhembus bersama

rasa pilu

adalah waktu

Pedang mata dua dari sang Maha Satu

 

Berhentilah menangis karena musibah

Berhentilah ditimang esok yang entah

Dan berhentilah menyalak dalam hati gundah

 

Cukuplah kami tengadahkan tangan

Katakan lantang bahwa kami berTuhan

 

 

OK, mungkin teman-teman ada yang mengira bahwa struktur kalimat dalam sajak diatas tidaklah asing. Yup! Setelah membaca buku  karangan DR ‘Aidh Al-Qarni, La Tahzan, saya tiba-tiba terinspirasi untuk menulis sajak ini…  🙂 Enaknya dikasih judul apa ya?

View original post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s